27 Mei 2008

RMS

Apa yang terjadi di Maluku? Sampai saat ini aku tak tau. Berbagai issu tentang sebab musabab terjadinya kerusuhan Maluku telah aku dengar sejak tahun 1999 (kerusuhan Maluku yang pertama pada tanggal 19 januari) yaitu pada usiaku menjelang 15 tahun sampai saat ini (usiaku kini 23 tahun). Ya….sekitar 8 tahun. Issu yang berada pada reting pertama yaitu issu pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Kamu tahu RMS kan? Kamu pasti tahu, karena kita pernah diajarkan pada pelajaran sejarah….ingat nggak?




Dulu, waktu belajar sejarah aku selalu membayangkan kejadian perebutan NKRI oleh para pahlawan kita. Iiiihhh….. pasti menakutkan. Tapi aku yakin, semangat untuk merebut kemerdekaan itulah yang telah melunturkan semua rasa takut. Ibu pertiwi menjadi saksi akan keampuhan sebatang bambu runcing dalam mengalahan keangkuhan senjata modern. Dan sobat…..lihatlah….semua peristiwa yang hanya ada dalam buku sejarah itu, kini…..kami anak-anak Maluku telah merasakannya. Tapi konsep yang harus kami lakoni bukan mengusir penjajah, tapi kami harus berperang dengan saudara kami sendiri, teman kami sendiri, guru kami sendiri dan sesama orang Maluku yang telah terikat benang merah persaudaraan. Apa yang terjadi dengan Maluku?
Sobat, aku akan cerita sedikit tentang RMS. Aku hanya ingin kalian tahu, bahwa kami anak-anak Maluku telah mengenal RMS sejak kami masih dalam kandungan. Itulah yang membuat kami tak pernah asing dengan kata Republik Maluku Selatan. Dulu, waktu aku masih SD, setiap tanggal 25 april, tepatnya malam 25 (besoknya 25 april), disetiap sudut kota, sekolah-sekolah, rumah sakit, perkantoran, rumah-rumah warga dan semua tempat yang mempunyai tiang bendera harus diturunkan. Jika tiang tersebut tidak dapat diturunkan maka tempat itu harus dijaga baik oleh anak-anak pramuka, warga maupun aparat keamanan. Pada Malam 25, keadaan kota tegang. Sunyi.
Alasannya Cuma satu. 25 April adalah hari diproklamasikannya RMS. Dan tiang bendera diselamatkan karena takut RMS akan menaikkan benderanya di tiang-tiang tersebut. Hal ini berlangsung di setiap tanggal 25 april, sepanjang tahun.
Sobat, aku katakana kepadamu bahwa RMS tidak pernah mati. Kenapa? Karena pemerintah telah membiarkan RMS untuk tetap hidup. Sampai terjadilah kerusuhan Maluku 19 januari 1999. dan mulai saat itulah, RMS semakin menunjukkan batang hidungnya.
Sobat…..ingatkah kamu kejadian pada tanggal 29 Juni 2007, beberapa elemen aktivis RMS berhasil menyusup masuk ke tengah upacara dan mengibarkan benderanya pada Hari Keluarga Nasional yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para pejabat dan tamu asing yang dilangsungkan di Lapngan Merdeka Ambon. Mereka menari tarian Cakalele seusai Gubernur Maluku menyampaikan sambutan. Walaupun ini bukan merupakan topik utama di berita-berita teve pada saat itu karena tertutupi oleh pemilihan gubernur Jakarta, tapi ini merupakan ancaman besar bagi kedaulatan NKRI.
Sejarah mencatat Republik Maluku Selatan adalah negara yang didirikan dengan maksud untuk memisahkan diri dari NKRI. Didirikan di sebelah selatan kepulauan Maluku, Indonesia pada tanggal 25 April 1950 dengan pimpinan antara lain:
• Presiden: J.H. Manuhutu (hingga 3 Mei 1950)
• Perdana Menteri: Albert Wairisal
• Menteri Luar Negeri: Mr. Dr. Chr. R. S. Soumokil (sejak 3 Mei 1950).
• Menteri Pendidikan: Johan Manusama (selama dua bulan, belakangan juga menjabat Menteri Pertahanan)
Pemberontakan ini berhasil digagalkan secara tuntas pada bulan November 1950, sementara para pemimpin RMS mengasingkan diri ke Belanda. Pada 1951 sekitar 4.000 orang Maluku Selatan tentara KNIL beserta keluarganya (jumlah keseluruhannya sekitar 12.500 orang), melarikan diri ke Belanda, yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja.
Pemimpin pertama RMS dalam pengasingan di Belanda adalah Prof. Johan Manusama dan kini Frans Tutuhatunewa.
Dr. Soumokil mengasingkan diri ke Pulau Seram. Ia ditangkap di Seram pada 2 Desember 1962, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer, dan dilaksanakan di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 12 April 1966.
27 Desember 1949: Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, waktu itu Republik Indonesia Serikat (RIS). Kemudian, RIS membentuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). Tapi, tentara KNIL asal Ambon tidak bersedia bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia sebagai pasukan inti APRIS.
25 April 1950: Republik Maluku Selatan (RMS) diproklamasikan orang-orang bekas prajurit KNIL dan pro-Belanda (diantaranya Chr. Soumokil, Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu), dengan presiden Dr. Chr. R. S. Soumokil -bekas jaksa agung Negara Indonesia Timur. RMS bertujuan menjadi negara sendiri lepas dari Negara Indonesia Timur. Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. Leimena.
13 Juli 1950: Konferensi Maluku di Semarang, dan para politikus asal Ambon minta pengiriman misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal. Akhirnya, pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.A Kawilarang.
14 Juli 1950: Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menumpas pos-pos penting RMS. Sementara, RMS yang memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, juga menguasai perairan laut Maluku Tengah, memblokade dan menghancurkan kapal-kapal pemerintah.
18 November 1950: Kota Ambon dikuasai APRIS. Soumokil menyelamatkan diri. Sisa-sisa RMS melarikan diri ke hutan dan untuk beberapa tahun lamanya melakukan kegiatan perlawanan.
18 Desember 1950: Pulau Seram dikuasai APRIS.
Februari 1951: Kabinet Belanda di Den Haag memutuskan, mengangkut sisa para serdadu Ambon di Jawa, untuk didemobilisasi di Belanda. Belanda berjanji, suatu hari mereka bisa mudik ke “Ambon yang bebas”.
21 Maret 1951: Rombongan pertama bekas prajurit Belanda asal Maluku (KNIL), bersama keluarga mereka, tiba di Rotterdam, Belanda menggunakan kapal laut. Kemudian, disusul sekitar 12 ribu dengan angkutan 14 kapal. Pemerintah Belanda memberitahukan keputusan Kabinet Belanda (Keputusan Februari 1951) yang memecat prajurit Ambon dari dinas kemiliteran KL. Menetap dan beranak pinak, jumlah orang Maluku, itu kini (2003) sekitar 45.000 jiwa.
1953: Manusama kabur dari New guinea atau Irian Barat ke Belanda. Tahun '50 an Suara di dalam masyarakat Maluku menyimpang dari masalah hak-hak militer KNIL ke realisasi dari idealisme politik RMS.
2 Desember 1963: Soumokil tertangkap.
1964: Soumokil diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Mahmilub.
12 April 1966: Presiden RMS, Soumokil, yang sejak 1963 dipenjara oleh pemerintah Indonesia dieksekusi. Partai kesatuan Badan Persatuan mengangkat Manusama sebagai penggantinya di tempat pengasingan.
1966: RMS berfungsi sebagai pemerintahan di pengasingan, Belanda.
1970-an: Masyarakat Maluku di Belanda merasa tidak adil dan dikibuli Belanda. Mereka meluapkan emosi, melakukan serangkaian aksi kekerasan sepanjang 1970-an: mulai dari pendudukan kediaman duta besar RI di Wassenaar pada malam sebelum Soeharto tiba untuk kunjungan kenegaraan di Belanda (1970), serangan ke rumah Duta Besar RI di Wassenaar dan pembajakan kereta api di Wijster (1975-1977) yang akhirnya menelurkan persetujuan Wassenaar antara Belanda dan Indonesia mengenai pemulangan orang Maluku Belanda ke Indonesia secara sukarela, pembajakan kereta di De Punt dan penyanderaan anak sekolah di Bovensmilde (1977), sampai upaya untuk menculik Ratu Yuliana -tapi gagal.
Menghadapi aksi-aksi RMS itu, pemerintah Belanda menggeledah tempat tinggal anggota RMS, menangkap tokoh-tokoh RMS, menghukum mereka dan membekukan asset kekayaan yang dipakai untuk mendanai gerakan itu.
1978: Parlemen Belanda menutup kasus RMS, tidak mengadakan kontak resmi di antara dua pemerintahan.
1986: Penjelasan bersama dari pemerintah Belanda dan Badan Persatuan. Perjanjian mengenai jaminan hidup untuk ‘generasi pertama’ , pengaturan fasilitas perumahan dan peluang kerja bagi mereka (orang Maluku).
1992: Maluku Selatan menjadi anggota UNPO (Unrepresented Nations and Peoples Organisation), organisasi bangsa-bangsa dan rakyat yang tidak cukup terwakili di forum internasional, seperti PBB.
1993: Manusama menyerahkan kepemimpinan RMS kepada dokter yang telah pensiun F. Tutuhantunewa.
1996: Manusama meninggal.
25 April 2001: Pimpinan Eksekutif Forum Kedaulatan Maluku (FKM), Dr. Alex Manuputty, memelopori pengibaran bendera RMS pada peringatan ulang tahun proklamasi RMS, 25 April 2001, di kediamannya, kawasan Kudamati, Ambon. Akibatnya, Polda Maluku menangkap Alex pada Juni 2001, dengan tuduhan melanggar Pasal 106 KUHP dan 110 KUHP, tentang makar.
12 Februari 2002: Umat Islam dan Kristen di Maluku, yang terlibat konflik Maluku (sejak 19 Januari 1999), menandatangani perjanjian Malino. Salah satu kesepatakan adalah menolak segala bentuk gerakan separatis, termasuk RMS.
25 April 2002: Pada peringatan proklamasi RMS ke-51, diadakan pengibaran bendera RMS di Maluku. Akibatnya, sedikitnya 23 pengikut dan pendukung FKM ditangkap aparat keamanan. Kemudian, pendukung FKM mempraperadilankan Gubernur Maluku dan Kepala Kejaksaan Tinggi setempat lantaran penangkapan, penahanan dan pemeriksaan terhadap 15 tersangka pelaku pengibaran bendera RMS yang digerebek di beberapa lokasi di Pulau Saparua, Maluku Tengah, dianggap tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Di Den Haag, RMS memperingati hari proklamasinya di gedung olahraga Uichof dengan dihadiri sekitar 1000-2000 orang Maluku.
28 Agustus 2002: Lima belas tersangka, itu diadili, dianggap melanggar kedaulatan
22 Oktober 2002: Majelis hakim PN Ambon memvonis 2-5 tahun penjara potong tahanan terhadap 15 tersangka pendukung FKM yang mengibarkan bendera RMS, 25 April 2002.
17 Maret 2003: Pimpinan Eksekutif dan Pimpinan Yudikatif FKM, Dr.Alexander Hendriks Manuputty dan Waleruny Semuel alias Semmy, ditangkap untuk kedua kalinya oleh Polda Maluku.
25 April 2003: Sekitar 60 orang ditahan aparat keamanan di Ambon, berkaitan dengan peringatan hari ulang tahun RMS. Lantaran didapati menjahit atau mengibarkan bendera RMS yang diberi nama "Benang Raja". Dari 139 pengikut RMS yang ditangkap itu, 129 diantaranya dijadikan tersangka
28 Juni 2003: Sebanyak 39 anggota RMS yang ditahan di Kepolisian Resor Ambon sejak 25 April, dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan Nania. Mereka ditahan, karena terbukti melanggar larangan pengibaran bendera RMS.
25 April 2004: Ratusan pendukung RMS memancangkan bendera RMS di Kudamati. Kemudian, beberapa aktifisnya diarak polisi ke Markas Polda. Lalu terjadi konflik dengan kelompok Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4 Mei 2004: Dua pentolan gerakan sparatis RMS, Yacobus dan Matius diringkus aparat dari Polda Jawa Timur di Bandara Juanda, Surabaya.
6 Mei 2004: 11 tersangka FKM/RMS digiring ke Mabes Polri, diantaranya Sekjen FKM/RMS Moses Tuanakota, istri Alex Manuputi (nyonya Olli Manuputi) dan putri Alex (Kristina Manuputi).
Sobat, itulah sejarah yang mencatat berbagai peristiwa tentang RMS. Ternyata peristiwa itu tidak terhenti sampai penangkapan aktifis RMS. Dan puncak yang paling memalukan adalah pengibaran bendera RMS di depan Presiden Republik Indonesia baru-baru ini. Sebuah bukti yang menunjukkan bahwa RMS tidak akan pernah mati.
Issu inilah yang dijadikan sebagai kambing hitam terjadinya konflik Maluku. Pada saat kerusuhan Maluku yang terjadi antara 1999-2004, RMS kembali mencoba memakai kesempatan untuk menggalang dukungan dengan upaya-upaya provokasi, dan bertindak dengan mengatas-namakan rakyat Maluku. Beberapa aktivis RMS telah ditangkap dan diadili atas tuduhan kegiatan-kegiatan teror yang dilakukan dalam masa itu, walaupun sampai sekarang tidak ada penjelasan resmi mengenai sebab dan aktor dibalik kerusuhan Maluku.
Sedangkan mayoritas masyarakat Maluku melihat peristiwa pemberontakan RMS sebagai masa lalu yang suram dan ancaman bagi perkembangan kedamaian dan keharmonisan serta upaya pemulihan setelah perisitiwa kerusuhan Maluku.

By : Athie Imoet

Selengkapnya.....

serangan fajar

Malam ini Ramadhan ke 20….. pukul 24.00 dini hari. Tiba-tiba kami dikejutkan dengan bunyi yang tidak biasa. Pukulan tiang listrik yang biasanya dipukul untuk menunjukkan waktu saat itu, kini bunyinya lebih banyak dan nyaring, saling bersahutan, bukan 12 kali, bukan pula 24 kali tapi 50….100… bahkan sampai tak terhitung…..bunyi itu kemudian dibalas dengan rentetan bunyi tembakan senjata api dan sesekali dentuman bom yang menggetarkan tanah dan rumah-rumah.
Tok…tok…tok…jendela kamar kami diketok ….” Bu, ayo lari….kita diserang…” kata suara dari luar dengan agak berbisik memanggil ibuku.
Ibuku kemudian membuka pintu depan rumah kami dan melihat siapa yang memanggilnya dari luar. Ternyata yang memanggilnya adalah seorang nenek tetangga kami yang biasa kami panggil dengan sebutan nenek Ical (nama salah satu cucunya).
Ayahku bergegas ke belakang mengambil Kalewa yang panjangnya sekitar satu meter yang telah diasahnya sampai tajam dan mengkilap. Sedangkan ibuku dibantu nenek ical membungkus adikku yang baru berumur dua bulan dengan sarung, diikatnya sehelai kain di tubuhnya kemudian adik dipeluknya dan diikatnya lagi dengan kain sehingga tidak terlepas dari pelukkannya. Aku menggendong adik lelakiku yang baru berumur 4 tahun dan kakak perempuanku menggendong adik perempuanku yang baru berumur 6 tahun.
Kami berlari menyisir tepi jalan raya sambil melirik ke kiri, ke kanan dan ke belakang sambil waspada kalau-kalau ada peluru yang ditembakkan kearah kami. Kami berjalan dan terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan. Ayahku berada di depan sebagai penunjuk jalan. Kadang kami harus menyusup di samping rumah orang sambil berjalan perlahan-lahan bagai seorang pencuri profesional yang sedang mencari waktu yang tepat untuk masuk ke rumah sasaran pencurian tanpa membangunkan sang korban. Kadang kami berlari secepat mungkin menyeberangi jalan raya karena takut terkena tembakan dari yang berasal dari arah timur. Kami berjalan dan terus berjalan dengan menahan rasa perih dikaki ini karena pada saat itu kami berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Siapa yang peduli dengan sepasang alas kaki pada situasi seperti ini? Bahkan ijazah SDku, dan surat-surat penting lainnya tak sempat terpikirkan karena nyawa ini harus diselamatkan.



Alam saat itu begitu gelap, tak tampak satu bintang pun di langit sana. Listrik dari PLN dipadamkan menjadikan suasana kota ini semakin mencekam. Rentetan bunyi tembakan tetap bersahutan. Kadang aku melihat kilatan-kilatan merah yang sangat cepat melayang ke angkasa. Sesekali bunyi bom bagai memecah gendang telinga dan sahut-sahutan bunyi tiang listrik masih menghiasi malam ini.
Perjalanan kami berhenti disebuah rumah yang berada di tengah-tengah kampung kami, dan ayahku memutuskan agar malam ini kami menginap disini. Kami masuk rumah itu yang merupakan rumah dari kakak perempuan ayah. Aku kaget, karena ternyata di dalam rumah itu, telah berkumpul begitu banyak warga dengan tujuan yang sama seperti kami “MENGUNGSI”. Semuanya sedang duduk, ada yang menangis, ada sedang ketakutan sambil memeluk lututnya, ada yang diam, ada yang sedang mengurusi anaknya dan masih banyak aktivitas lain yang kesemuaannya dilakukan dalam keadaan duduk. Kami bahkan hampir tak dapat tempat untuk duduk,untungnya tanteku (tuan rumah) memindahkan tempat TV sehingga kami mengambil bekas tempat TV itu sebagai tempat istirahat kami.
Malam itu, tak ada yang bisa tidur, kalaupun ada mereka hanya memejamkan matanya sebentar kemudian terbangun lagi. Siapa yang bias tidur dalam situasi seperti ini?
Pukul 02.05 dini hari…. Suasana masih mencekam seperti dua jam yang lalu. Aku tak melihat ayah, kemanakah beliau? Semenjak kami mendapat tempat untuk duduk, aku tak pernah melihatnya. Akupun bertanya pada ibu: “bu, dimanakah ayah?” sambil menidurkan adik bungsuku ibu menjawab; “ayah lagi berjaga-jaga di rumah, takutnya ada penyerangan dan membakar rumah kita”.
Letak rumahku memang sangat strategis. Hanya dengan sekali lemparan bom dari arah penyerang bisa langsung hancur dan terbakar. Rumahku terletak diperbatasan antara kampung kami dengan kampung orang-orang yang menyerang kami. Mengingat ayah yang berjaga disana, hatiku perih dan sedetik kemudian setetes air mataku jatuh. Aku kangen ayah…..!
Adik bungsuku telah tertidur lelap dipelukkan ibu, begitupun kedua adik lelaki dan perempuanku. Adik lelakiku tertidur lelap dipelukanku dan adik perempuanku terlelap dipelukan kakakku. Aku melihat mereka dan sedetik kemudian setetes air mataku pun jatuh. Oh….apa yang terjadi pada kami?
Pukul 03.50 dini hari. Saatnya untuk sahur. Tuan rumah menyediakan makanan untuk sahur tapi tentu saja tidak cukup untuk seluruh pengungsi yang ada di rumah itu, jadi makanan itu dibagi secukupnya yang penting bisa mengganjal perut kami untuk berpuasa esok hari. Untuk bayi, tuan rumah menyediakan bubur, aku melihat adik bungsuku memakan bubur tersebut dengan lahapnya, matanya bersinar gembira. Adik yang belum mempunyai nama itu tak tahu bahwa senyumnya itu bisa saja menjadi senyumannya yang terakhir. sedetik kemudian setetes air mataku pun jatuh lagi. Ya Allah…. Lindungilah kami…..!!!
Pukul 05.00…. adzan berkumandang, tanda shalat subuh akan dilaksanakan. Sesekali masih terdengan bunyi rentetan senjata dan ledakan bom tapi tidak seramai semalam. Aku melihat suasana di rumah pengungsian ini mulai ramai, entah apa yang sedang dipersiapkan. “mungkin mereka sedang bersiap-siap untuk melaksanakan shalat di Masjid yang kebetulan hanya berjarak 100 meter dari rumah pengungsian ini” aku berkata dalam hati. “tapi kenapa mereka mempersiapkan kalewa?” hatiku yang lain bertanya.
Beberapa orang mulai mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh, dan beberapa lainnya menunggu gilirannya. Setelah melaksanakan shalat subuh, mereka berdoa dengan khusyuknya. Aku merinding melihatnya. Dalam situasi seperti ini, kematian seakan-akan di depan mata sehingga menjadikan shalat subuh ini seolah-olah merupakan shalat yang terakhir. Begitu khusyuknya.
Pukul 05.30…. situasi semakin mencekam. “Apa yang akan terjadi?” hatiku bertanya lagi. Aku melihat ada beberapa orang telah menyiapkan dirinya, memakai ikat kepala berwarna putih bertuliskan Allahu Akbar, memegang kalewa yang telah terasah setajam-tajamnya, dan menggunakan pakaiannya yang paling bersih. Situasi rumah ini semakin ramai dan ribut. Setelah menyiapkan dirinya, mereka pun bergegas keluar. Entah kemana???.

Pukul 06.00. tak ada seorang pun di dalam rumah itu yang tidur, semua tegang, karena situasi seperti semalam terjadi lagi, bahkan lebih dahsyat. Tembakan dengan ledakan bom saling mengejek, lantunan Allahu Akbar berkobar dimana-mana. Aku berlari keluar…. Merah…langit menjadi merah…. Kebakaran dimana-mana… bau asap menusuk hidung dan membuat mata menjadi perih. Dan akupun tahu bahwa saat ini, orang-orang yang semalam terlihat sedang bersiap-siap itu sedang melakukan serangan balik…SERANGAN FAJAR.

By: Athie Imoet


Selengkapnya.....

PERJANJIAN DAMAI MALUKU DI MALINO (MALINO II)

ISI PERJANJIAN DAMAI MALUKU DI MALINO (MALINO II)


1. Mengakhiri semua bentuk konflik dan perselisihan.

2. Menegakkan supremasi hukum secara adil dan tidak memihak. Karena itu, aparat harus bertindak profesional dalam menjalankan tugasnya.

3. Menolak segala bentuk gerakan separatis termasuk Republik Maluku Selatan.

4. Sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka bagi semua orang berhak untuk berada dan berusaha di wilayah Maluku dengan memperhatikan budaya setempat.

5. Segala bentuk organisasi, satuan kelompok atau laskar bersenjata tanpa izin di Maluku dilarang dan harus menyerahkan senjata atau dilucuti dan diambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Bagi pihak pihak luar yang mengacaukan Maluku wajib meninggalkan Maluku.



6. Untuk melaksanakan seluruh ketentuan hukum, maka perlu dibentuk tim investigasi independen nasional untuk mengusut tuntas peristiwa 19 Januari, Front Kedaulatan Maluku, Kristen RMS, Laskar Jihad, Laskar Kristus, dan pengalihan agama secara paksa.

7. Mengembalikan pengungsi secara bertahap ketempat semula sebelum konflik.

8. Pemerintah akan membantu masyarakat merehabilitasi sarana ekonomi dan sarana umum seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan agama serta perumahan rakyat agar masa depan seluruh rakyat Maluku dapat maju kembali dan keluar dari kesulitan.

9. Sejalan dengan itu, segala bentuk pembatasan ruang gerak penduduk dibuka sehingga kehidupan ekonomi dan sosial berjalan dengan baik.

10. Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan seluruh wilayah dan masyarakat diharapkan adanya kekompakan dan ketegasan untuk TNI/POLRI sesuai fungsi dan tugasnya. Sejalan dengan itu, segala fasilitas TNI segera dibangun kembali dan dikembalikan fungsinya.

11. Untuk menjaga hubungan dan harmonisasi seluruh masyarakat, pemeluk agama Islam dan Kristen maka segala upaya dan usaha dakwah harus tetap menjunjung tinggi undang-undang dan ketentuan lain tanpa pemaksaan.
Mendukung rehabilitasi khususnya Universitas Pattimura dengan prinsip untuk kemajuan bersama. Karena itu, rekrutmen dan kebijakan lainnya dijalankan secara terbuka dengan prinsip keadilan dan tetap memenuhi syarat keadilan.

Selengkapnya.....

12 Maret 2008

MAAFKAN DOSA-DOSAKU IBU

Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku telah melawan dan berbicara
Kasar kepadamu ibu
Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku tidak mau menjadi anak yang durhaka

Ibu maafkanlah dosa-dosaku
Karena aku ingin menjadi anak yang soleh, pandai
Membantu orang tua dan tidak mau melawan kepada orang tua
. Ibu engkaulah segalanya bagiku
Ku berdoa kepada Allah agar dosa-dosaku terhadap ibu
Dapat diampunkan.

Ya allah, ampunilah dosa-dosaku terhadap ibuku
Ya Allah, maafkanlah kesalahanku terhadap ibuku
Ya Allah, hamba tidak akan mengulanginya lagi
Amin… amin… ya robal ‘alamiin.
Semoga dosa-dosaku diampuni Allah…

***




Selengkapnya.....

10 Februari 2008

Hemat Energi dengan Sepeda Antik

* Harganya Sama dengan Motor China

INSTRUKSI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan penghematan energi, jauh hari sudah dilaksanakan sekelompok penggemar sepeda antik di Kota Brebes. Aktivitas kelompok yang tergabung Paguyuban Sepeda Antik Indonesia (Pasti) tak dipublikasikan, karena mereka tak mau dianggap sensasional. Setiap anggota menerapkan pola hemat energi, dalam konteks terbatas. Seperti ketika malam hari berkunjung ke rumah teman atau saudara, sepeda menjadi alat angkut yang ekonomis.
''Teman-teman anggota Pasti sudah membiasakan diri, ke mana pun pergi naik sepeda antik. Namun untuk ke kantor belum, takut dianggap sensasi,'' ujar Asih Pamubudi SH, salah seorang penggemar sepeda antik.
Lelaki bertubuh atletis itu mengatakan, ketika menjabat camat Brebes -sebelum SBY mengumumkan instruksi hemat energi- dirinya sering ke kantor naik sepeda merek Gazelle. Dari rumahnya Jl Samosir sampai ke kantor sejauh tiga kilometer, ditempuh dengan mengayuh sepeda antiknya.


Asih dan anggota Pasti sangat mendukung program hemat energi yang dilakukan pemerintah. Sebab dengan naik sepeda, badan menjadi sehat. Selain itu tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bensin. Anggota paguyuban juga mempunyai agenda rutin setiap Minggu pagi, yakni bersepeda bersama ke Kota Tegal untuk berekreasi sekaligus olahraga.
Anggota Pasti semula hanya beberapa orang, tetapi kemudian bertambah dan kini menjadi 26 orang. Personelnya sebagian besar pejabat, mantan pejabat, guru, pensiunan PNS dan TNI.
''Kami ingin menjalin hubungan silaturahmi antarpenggemar sepeda antik. Prinsip banyak kawan banyak rezeki, kami terapkan di sini,'' papar Edy Raharto, pejabat eselon III di Badan Pengawas Daerah (Bawasda).
Tentang sepeda antik, banyak cerita yang disampaikan anggota Pasti. Yang jelas, sekarang untuk mencari sepeda tua dalam keadaan serba-orisinil sangat sulit. Jika ada di pasaran pun harganya sangat mencekik leher. Berapa harga sepeda Gazelle seri 11? ''Saya tidak bisa cerita harga, karena ini kesenangan. Kalau senang dengan barangnya, harga bisa dari Rp 1 juta sampai puluhan juta,'' kata Asih.

Tak Semua Orisinil
Cerita Edy lain lagi, dia punya Gazelle tetapi tidak semua orisinil. Sadel atau jok model masa kini. Suatu ketika dia mampir ke sebuah bengkel sepeda dan bertemu orang sedang memperbaiki sepedanya. Kebetulan sadelnya orisinil, sehingga langsung ditawar Rp 50.000. ''Eh dia ternyata mau saya bayar Rp 50.000, meski sebelumnya dia merasa keberatan,'' paparnya. Sadel asli pada bagian atas tengah tertera merek Gazelle.
Merek sepeda tua yang dipakai anggota Pasti antara lain Batavus, Simplex, Humber, Raleigh, Fongres, Gazelle, dan BSA. Para pemakai sepeda antik rata-rata tidak mengetahui tahun berapa pembuatan sepeda itu. Mereka hanya mengira-kira tahun 1927 sampai 1945.
''Tetapi kemungkinan umurnya lebih tua, karena tahun pembuatan tidak tertera di bodi,'' ujar mereka.
Perburuan sepeda antik belakangan juga banyak dilakukan para belantik (penjual jasa) sepeda. Ada di antara mereka sudah mengenal pemilik sepeda antik dari Brebes sampai Semarang. Menurut Yanto -seorang belantik sepeda- harga sepeda antik bisa mencapai Rp 6 juta-Rp 10 juta, tergantung pada kemulusan barang dan keorisinilannya. ''Ya harganya memang sama dengan motor produksi China,'' ujarnya.
Untuk mengenali sepeda antik sebenarnya sangat mudah. Biasanya pada bagian tertentu, khususnya bodi tertera merek dan di bawah sadel tertera nomor seri. Merek Gazelle misalnya, dikenali memiliki ciri pada pelek. Yakni di bagian tengah berwarna hitam. Kemudian di spakboar terdapat kelinan untuk kabel lampu belakang. Di ujung depan terdapat lambang binatang Kijang, dan di gir genjotan ada lambang Kijang tiga buah. ''Pokoknya kalau kita mau beli harus hati-hati, jangan percaya begitu saja pada belantik,'' paparnya.
Meski umur sepeda hampir rata-rata kepala lima (50 tahun), kondisi sepeda anggota Pasti masih cukup baik. Ketika dinaiki tak kalah dengan sepeda model masa kini. ''Nyaris tak ada suara apa pun ketika kita naiki, genjotannya juga enteng,'' ungkap Asih.
Meski sudah merupakan barang tua, ada salah satu toko di Kota Tegal yang hingga kini masih menyediakan ban sepeda Gazelle, tetapi harga satu ban bisa mencapai Rp 700.000.(Wahidin Soedja-52s)
Sumber :http://www.suaramerdeka.com

Selengkapnya.....

Model Vespa







Selengkapnya.....

LEGENDA VESPA

Sebagian motormania sepakat bahwa hanya ada satu jenis sepeda motor yang mereka anggap paling seksi. Vespa-lah kendaraan yanng dimaksudkan. Boleh saja Anda tidak setuju. Tapi, cobalah pandangi tampilan motor buatan Italia itu dengan seksama. Inilah satu-satunya jenis motor yang berbentuk unik, semua bagian 'tubuhnya' cenderung membulat dengan buntut mirip lekuk penari jaipong.
Lalu, karena bentuknya yang khas itulah, Vespa muncul sebagai salah satu motor terpopuler dan bahkan melegenda di dunia. Popularitas Vespa mulai mengila sejak pertengahan tahun 1950-an. Padahal, saat itu usia produk motor beroda kecil ini belum lebih sepuluh tahun. Piaggio, produsen motor ini, mengumumkan telah mampu meperdagangkan lebih dari 15 juta unit motor pada 1956 ke seluruh pelosok dunia.
Paling menarik, sejumlah nama artis beken internasional saat itu sangat akrab dengan nama Vespa. Mereka antara lain adalah John Wayne, Henry Fonda, dan Jean Paul Belmondo. Termasuk juga Ursula Andress yang malahan pernah menjadi bintang iklannya


Lebih seabad silam, tepatnya 1884, Enrico Piaggio pengusaha muda berdarah Italia-- memulai usahanya di bidang pesawat terbang. Dua puluh tahun kemudian, usahanya itu bangkrut. Dasar bersemangat baja dalam dunia bisnis, Piaggio pantang menyerah. Lalu, dimulailah merancang industri alat transportasi dengan alternatif kendaraan niaga ringan.
Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.
Hasilnya, munculah pertama kali produk motor dengan seri P108. Kendaraan ini berteknologi sederhana tapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah) karena bentuk kerangkanya. Akibat tampilannya itu, motor ini lebih sering dinyatakan sebagai Wespe atau Vespa, yang artinya memang binatang penyengat.
Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha 'kaki lima' merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin ahli teknik konstruksi terkenal di Italia kala itu, Corradino d'Ascanio
Karenanya hak paten pun segera dapat mereka kantongi. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d'Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Perancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brasilia, dan India --selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.
Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa. Tapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960an.
Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan 'revolusi' bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat.
Produk 150 GS --kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an-- memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat dan sekel.
Perkembangan selanjutnya Vespa diarahkan pada bentuk sportif yang nampak pada produknya di tahun 1951. Dan produk tersebut sempat mendapat mendali emas untuk kategori motor Sportif di Eropa. Dan aktualisasi sportif-nya terbukti dengan pecahnya rekor kecepatan 171 km/jam untuk kendaraan Vespa bermesin 125 cc. Dan sejak itulah para Vespamania terlihat sering berkonvoi keluar kota secara berombongan.
Khusus untuk Lambretta, sebenarnya diproduksi lebih tua dari Vespa, tapi sempat terhenti produksinya. Tatkala Vespa berproduksi, Lambretta pun keluar lagi. Hanya saja, posisi mesinnya berbeda dengan Vespa. Vespa bermesin disamping, sedangkan Lambretta ada di tengah. Untuk yang buatan Jerman, jenis scooter-nya bernama NSU Prima. Selain itu, DKW juga memproduksi jenis scooter-nya pula. Ternyata, Jepang pun tak ingin ketinggalan dalam memproduksi motor jenis scooter ini. Di tahun 1960-an, Jepang mengeluarkan jenis scooter Rabit-nya.
Selain Vespa, di Italia ada beberapa produsen motor yang memproduksi jenis scooter ini. Di masa sekarang, bahkan mereka menghasilkan scooter berkecepatan tinggi. Contohnya jenis scooter yang di Italia dikenal Velocivero pabrikan Italjet. Konon, scooter inilah tergolong jenis tercepat di dunia. Kecepatannya melebihi 180 kilometer per jam. Di Indonesia, ada pula jenis seperti ini dipasarkan oleh Aprilia dengan nama Italjet Dragster. Selain itu, Cagivapun kini menelurkan jenis scooter-nya yang dinamakan Cagiva Cucciolo.
Belakangan, sejumlah pabrikan motor kembali membanjiri pasar dengan kendaraan berkapasitas mesin kecil dan cukup laku terserap pasar. Tapi cobalah perhatikan, bentuknya ternyata banyak yang terinspirasi oleh kegenitan atau bahkan keseksian Vespa. Dan kini pun Vespa harus kembali melakukan terobosan, bila ingin kembali populer di tengah pesaingnya. bid/wed/berbagai sumber.
Sumber :http://www.budavest.s5.com

Selengkapnya.....

Design Dheedy_AS Dzelque Blogger Templates 2007-2008